INILAH.COM, Jakarta—Sebanyak 33 mummi ditemukan didekat Chiclayo Peru yang sebagian besar adalah wanita muda. Penemuan itu sangat langka, karena mummi itu kemungkinan adalah korban persembahan.
Seorang pakar di bidang bioarchaeology dari Utah Valley University Profesor Haagen Klaus meneliti sisa manusia yang ditemukan pada 2007 itu di Chotuna Huac. Lokasi itu terletak di timur laut Chiclayo Peru.
"Kebanyakan mereka dikorbankan dengan benda sangat tajam, kemungkinan dengan pisau dari tembaga atau perunggu. Kebanyakan memiliki luka sayat di leher," katanya.
Pengorbanan massal merupakan hal biasa di zaman pre-Hispanic Andean. Tapi menjadi sesuatu yang langka karena jumlahnya sangat banyak dalam satu tempat.
Klaus mengatakan pengorbanan itu untuk mendatangkan hujan serta kesuburan pertanian. Hal aneh dari penemuan itu adalah korbannya kebanyakan wanita.
"Darah pengorbanan dari kelompok wanita dalam jumlah besar sesuatu yang tidak biasa. Itu tampaknya bukan orang-orang dari kelompok Chimu atau Inca. Tampaknya adalah orang-orang local," katanya.
Sebanyak 30 dari 33 mayat adalah wanita dan mayoritas belum mencapai 15 tahun. Bahkan beberapa mummi adalah anak-anak kurang dari sembilan tahun. Klaus menjelaskan di komunitas Andean anak-anak belum dianggap sebagai manusia.[ito]
PENGAJIAN MAJELIS TA'LIM RT.02 RW.05 SADENG KAUM MERUPAKAN WADAH KEBERSAMAAN DI BIDANG DA'WAH MAUPUN PENGETAHUAN UMUM DALAM FORUM INTERAKTIF KOMUNIKASI DAN INFORMASI GLOBAL RUKUN WARGA 05 SADENGKAUM DESA SIBANTENG SLOGAN : BELAJAR SEBELUM AJAL TIBA DAN KERJA KERAS MEMBANGUN WARGA, MELAYANI BUKAN SEKEDAR INFORMASI, MELAINKAN SUMBER DATA UNTUK KEPENTINGAN WARGA !
Selasa, 21 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Selamat Datang .............!!!!
Selamat Datang Diblog Sadengkaum-online
PENDIRI DAN PENGASUH PONDOK PESANTEN AL-I'TIDA SADENGKAUM
K.H. Abdul Karim adalah Pendiri Pondok Pesantren AL I'TIDA yang sekarang diasuh oleh Anak-anaknya karena kesibukannya dalam memenuhi panggilan mengajar / ceramah di luar pesantren, tidak meninggalkan pondok pesantren sepenuhnya dan jumlah murid di pondok pesantren ini 120 murid. Kalau melihat dari sosok pendiri ini adalah pekerja keras, tekun, ulet, penuh dedikasi terhadap ponpes dan dilingkungan warga masyarakat, cara memberi pelajaran ataupun ceramah penuh dengan humor tidak menghilangkan pokok dari pelajaran, Sekarang ini Ponpes Al I'tida sedang membangun ponpes baru melihat kondisi murid semakin banyak dan perlu bantuan dari para DONATUR untuk membangun Ponpes Al I'tida ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar